Tampilkan postingan dengan label orang Tua Super. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label orang Tua Super. Tampilkan semua postingan

10.31.2009

Anak Berbakat yang Sulit Belajar, Ini Stimulasinya

JAKARTA, KOMPAS.com — Anak atau siswa yang bakatnya tertutupi oleh kesulitan belajar ternyata banyak dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya, pola asuh dalam keluarga, kondisi sosial ekonomi, dan harapan orangtua akan masa depan si anak.

Tak mudah memang, tetapi ada solusi yang sepatutnya bisa dilakukan. Beberapa solusi ada setelah orangtua dan pendidik memahami adanya perbedaan antara bakat dan ketidakmampuan anak/siswa didiknya, serta mengenali ciri-ciri potensi diagnosis yang salah tersebut. Hal itu merupakan langkah-langkah sederhana sebagai stimulasi menghadapi anak-anak dengan kemampuan otak berbakat (gifted brain), tetapi sekaligus juga menunjukkan ketidakmampuannya (disability).

"Sesuatu yang ada di dalam diri seorang anak, itulah yang perlu dikeluarkan, yang semestinya diekspresikan," kata Socrates. Namun kiranya, ucapan filsuf Yunani tersebut perlu dijadikan pegangan sebelum memulai langkah-langkah yang perlu diambil di sini. Ada lima langkah yang justru akan berpulang pada kondisi si anak itu sendiri.




Memang, stimulasi yang diperlukan adalah langkah-langkah yang cenderung tidak bersifat memaksakan kehendak. Hal ini seperti pernah disebutkan oleh psikolog Dr Rose Mini AP, M Psi dalam makalahnya tentang "Keberhasilan Pendidikan dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya", beberapa stimulasi tersebut antara lain:

- Jangan pernah membandingkan antara satu anak dengan yang lainnya. Camkan bahwa setiap anak berbeda, baik dari segi kecepatan belajar, gaya belajar, maupun pencapaian hasil atau lain-lain yang berhubungan dengan proses anak menyerap ilmu atau pelajaran yang diberikan.

- Rangsang, bukan "ajarkan", anak untuk mengembangkan berbagai aspek kemampuan, terutama kreativitasnya. Persepsikan bahwa sekecil apa pun kreativitasnya adalah hal yang sangat positif, baik buat dirinya maupun lingkungan di sekitarnya.

- Tularkan tentang pemahaman-pemahaman moral dan indahnya bersosialisasi di luar lingkup sehari-hari si anak. Ingat, Anda hanya "menularkan", bukan mengajarinya bersosialisasi, saling menghargai, atau menghormati sesama individu. Alhasil, aksi nyata berupa contoh-contoh sikap dan perilaku sangat diperlukan, dan itu semua harus dimulai dari diri Anda sebagai orangtua atau pendidik.

- Fokuskan pada proses dan penugasan ketimbang perolehan hasil. Perlu diingat, bahwa hasil yang optimal akan dicapai oleh si anak saat mereka menguasai kemampuan yang memang dibutuhkannya.

- Kenali berbagai kebutuhan mereka tersebut lewat aktivitas, hobi, atau kegemarannya. Dari sinilah orangtua atau pendidik mudah mengenali potensi yang dimiliki guna melihat perkembangan yang lebih optimal.

Selengkapnya..

4.13.2009

Menjadi Orangtua Sebagai Sebuah Keputusan


Memiliki anak bisa jadi merupakan suatu perubahan gaya hidup yang bisa sangat menekan. Dr. Phil, seorang ahli hubungan asal Amerika, menyarankan kedua calon orangtua untuk membuat suatu perubahan, dan mendorong Anda untuk belajar menjadi orangtua yang baik.

Menjadi orangtua merupakan suatu keputusan
Anda bisa saja mempersiapkan diri untuk menghadapi kehadiran si kecil. Ketahuilah sejak dini, bahwa pada suatu titik, keinginan untuk melepaskan diri dari tanggung jawab dan tugas menjadi orangtua bisa mendera atau tiba-tiba datang. Sambutlah tantangan yang hadir bersamaan dengan kedatangan Si Buah Hati, jangan dilawan. Buka hati Anda, dan nikmati.

Tukar prioritas
Sekarang hidup sudah tak hanya melulu tentang Anda. Anda memiliki peran penting sebagai pelindung anak Anda. Buatlah keputusan bahwa anak Anda akan memiliki orangtua yang selalu ada dan bertanggung jawab akan seluruh kebutuhannya.

Kehadiran kedua orangtua
Masing-masing orangtua memiliki peran penting terhadap perkembangan anak. Meski ibu memiliki peran lebih primer terhadap hidup anak, namun ayah pun perlu mengekspansi definisi tipe ayah seperti apakah dirinya, dan tipe hubungan apa yang akan dilakukannya dengan anak. Menurut Akademi Kedokteran Anak di Amerika, anak butuh keterlibatan ayah dalam pertumbuhannya. Ketika sang ayah hadir dan mengasuh anaknya, anak akan memiliki emosi lebih baik dan lebih memiliki kehidupan sosial lebih baik. Ditambah lagi, anak akan memiliki kemampuan beradaptasi dan menghadapi masalah lebih baik, lebih mampu menyelesaikan masalah, betah di sekolah, memiliki hubungan yang lebih lama, dan memiliki produktivitas lebih tinggi.

Role model paling berpengaruh dalam hidup anak adalah orangtua yang sama jenis
Amat penting bagi orangtua untuk memberi contoh yang baik bagi anak, karena di usia-usia awalnya anak akan menirukan orangtua dengan jenis kelamin sama. Kepribadian anak akan terbentuk sebagian besar di usia 5 tahun. Anak akan menirukan intonasi suara, juga apakah si orangtua akan menghabiskan waktu berkualitas dengannya. Anak akan merasakan apakah ia spesial atau tidak dari perlakuan yang diberikan kedua orangtua, khususnya dari orangtua yang berkelamin sama dengannya.

Hidup adalah tentang keputusan-keputusan
Pertimbangkan. Ketika Anda memutuskan untuk memilih sesuatu, akan ada harga yang harus dibayar di sisi lainnya. Jika Anda memilih untuk memprioritaskan kehidupan di rumah, maka akan ada pengorbanan di kehidupan profesional dan sosial. Begitu pula ketika Anda memutuskan lebih banyak bekerja, maka kehidupan rumah tangga Anda terancam untuk kekurangan perhatian.

Tinggalkan masa lampau
Entah seberapa sakitnya hati Anda akan situasi yang pernah Anda alami di masa lalu, jangan menyeret masalah tersebut ke dalam gaya hidup baru Anda bersama keluarga baru. Sembuhkan luka tersebut, tutup, atau hal itu bisa mengkontaminasi kehidupan Anda yang baru.

Buat deposito emosional
Manusia adalah seperti rekening bank. Jika apa yang kita lakukan adalah menarik uang terus menerus, maka kita akan berakhir bangkrut secara emosional. Anda tak dapat membuang-buang apa yang Anda tak punya. Jika Anda secara emosional tidak siap untuk Anda, berarti Anda sudah curang kepadanya. Rawatlah diri Anda fisik dan emosional, sebagai hadiah untuk anak Anda.

Anak-anak melakukan apa yang mereka lihat
Jika anak-anak sering terekspos terhadap stres, tekanan, frustasi, atau kemarahan, mereka akan merefleksikannya terhadap kehidupan sehari-hari di dalam diri maupun di lingkungannya. Mereka melakukan segala hal yang ia lihat dan pelajari di sekelilingnya.

Jadikan hubungan suami-istri prioritas
Titipkan anak kepada orang yang dipercaya untuk satu malam yang istimewa untuk Anda dan pasangan. Hubungan harmonis di antara kedua orangtua adalah hadiah terindah untuk anak.

Bekerja sama dengan suami
Mengasuh anak sama melelahkannya seperti menangani tugas lainnya, misalnya merawat rumah. Jika Anda melihat suami yang sejak tadi merawat Si Kecil mulai kelelahan, biarkan ia istirahat. Atau ketika Anda kelelahan menjaga Si Kecil, minta dengan sopan agar suami mau menggantikan sebentar. Jadilah sebuah tim yang saling mendukung.


Sumber : dr. phil


Selengkapnya..

Menjadi Orang Tua Super © 2008. Template by Dicas Blogger.

TOPO